DP2KBP3A Kabupaten Kediri Ajak Faskes KB Berperan dalam Pendidikan Seks bagi Remaja
Dok. Pendidikan Seks Pada Remaja (DP2KBP3A)
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri mengadakan Pertemuan Pembinaan Fasilitas Kesehatan (Faskes) KB dengan fokus pembahasan tentang pendidikan seks bagi remaja. Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Nono Soekardi, S.H., M.M., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran fasilitas kesehatan dalam memberikan edukasi yang tepat kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi dapat membantu mencegah berbagai risiko, seperti pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual.
Sebagai pemateri pertama, Dr. dr. Henri Sulistiyanto, Sp.OG, Subsp Obginsos, M.MRS., membahas pendidikan seks dari perspektif medis. Beliau menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi dan memahami risiko hubungan seksual di usia dini. Selain itu, ia juga menyoroti bahaya penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV/AIDS, gonore, dan sifilis yang dapat mengancam kesehatan remaja jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang perilaku seksual yang aman. Ia menekankan bahwa fasilitas kesehatan memiliki peran besar dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan bagi remaja untuk menghindari risiko tersebut.
Pemateri kedua, Shinfani Rodhiyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengupas pendidikan seks dari perspektif psikologis. Dalam pemaparannya, ia menyoroti perkembangan teknologi dan akses mudah remaja terhadap konten negatif di internet. Menurutnya, paparan konten pornografi yang tidak terkontrol dapat memicu perilaku seksual berisiko, yang berujung pada meningkatnya angka kehamilan tidak diinginkan dan pernikahan dini. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi seks yang benar kepada remaja, sehingga mereka dapat memahami batasan dan konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil.
Melalui kegiatan ini, DP2KBP3A Kabupaten Kediri berharap tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan KB dapat menjadi agen edukasi yang aktif dalam menyampaikan informasi mengenai pendidikan seks kepada remaja. Dengan edukasi yang tepat, remaja dapat lebih memahami kesehatan reproduksi, menjaga diri dari risiko perilaku seksual berisiko, serta lebih bijak dalam menyikapi informasi yang mereka akses di era digital. Edukasi ini juga diharapkan dapat membantu menekan angka kehamilan remaja dan pernikahan dini di Kabupaten Kediri.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi oleh admin.
Berita Terkait